Sabtu, 06 November 2010

PORSENI SE-KKM ANJATAN TAHUN 2010



Tidak disangka, Pasangan Team Bola Voli Putra dan Putri MTs Nurul Hikmah Gantar melaju ke babak final pada Porseni se-KKM Anjatan tahun 2010 yang diselenggarakan pada Sabtu (6/11/2010).
Yang lebih mengejutkan para peserta lain, team Putra unggulan MTs Anjatan Kedungwungu tidak berkutik melawan team Putra MTs Nurul Hikmah Gantar yang sedang on fire.
Babak selanjutnya giliran mereka melumat habis team tuan rumah, yakni MTs Al-Wasliah Anjatan. Dengan Mudah mereka memperdaya team tuan rumah. Dengan kemenangan ini, MTs Nurul Hikmah melaju ke babak final.
Di final mereka bertemu dengan team MTsN Anjatan Bugis, yang telah difavoritkan sebagai kandidat juara. Benar saja, Solihin dkk dari MTs Nurul Hikmah Gantar kewalahan melawan MTsN Anjatan Bugis, dan akhirnya menyerah dengan skor 3-0 dan harus rela membiarkan mahkota juara dipakai oleh mereka.
Sementara itu team Putri juga takluk pada MTs Nurul Hikmah Haurgeulis pada babak final. Dengan demikian MTs Nurul Hikmah Gantar mampu menyandingkan piala Runner up pada cabang Bola Voli.

Senin, 25 Oktober 2010

LDK MTs NURUL HIKMAH GANTAR



Bagi sebagian aktivis, Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) sangat diperlukan. Kegiatan ini bertujuan untuk memupuk jiwa seorang aktivis atau calon aktivis guna menjalankan roda organisasinya. Kegiatan LDK biasanya suka diadakan oleh anggota OSIS baru yang akan menjalankan program-program OSIS di sekolahnya masing-masing.
Demikian juga MTS Nurul Hikmah Gantar Indramayu mengadakan kegiatan ini setelah pengurus OSIS Periode 2010-2011 terpilih. Namun ada yang beda pada LDK kali ini, yaitu kegiatan dilakukan bersama-sama dengan MTS An-Nur Kertanegara Haurgeulis, bertempat di kampus MTS Nurul Hikmah Gantar. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan manfaat yang bisa diambil dengan adanya LDK gabungan ini antara lain mempererat tali silaturahmi sesama siswadan civitas akademi kedua sekolah tersebut yang sama-sama dibawah naungan LP Ma'arif NU (Organisasi keagamaan terbesar di Indonesia).
Materi yang disajikan dalam LDK biasanya berupa Prinsip-prinsip Kepemimpinan, Organisasi, serta permainan-permainan yang berhubungan dengan tujuan kegiatan, yaitu melatih siswa untuk menjadi seorang aktivis dalam organisasi mereka.
dan hal ini merupakan bekal buat mereka ketika mereka melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.

Minggu, 09 Mei 2010

PENERIMAAN SISWA BARU TAHUN AJARAN 2010/2011

MTs Nurul Hikmah Gantar Menerima Siswa Baru Tahun Ajaran 2010/2011. Bagi Siswa Lulusan Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah yang ingin melanjutkan ke jenjang selanjutnya, Pilihan tepat jika mendaftar ke MTs Nurul Hikmah Gantar. Karena selain mendapat ilmu pendidikan umum, di Mts Nurul Hikmah Gantar juga dipelajari Ilmu-ilmu pengetahuan Agama Islam. Lulusan MTs Nurul Hikmah banyak yang melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi berskala "Sekolah terbaik" di masing-masing daerahnya, Dan sudah menjadi tenaga Profesional baik di Instansi Pemerintah maupun Wiraswasta.

FASILITAS
MTs Nurul Hikmah Gantar memiliki Fasilitas :
- Gedung Representatif Milik sendiri
- Masjid besar dan Nyaman
- Laboratorium Komputer
- Taman Bermain
- Lapang Bola Voly dan Futsal
- Asrama Pesantren
- MCK Memadai
- Lokasi Strategis di Kota Kecamatan

EKSTRA KURIKULER
- Drum Band
- Pramuka
- Komputer
- Kitab Kuning
- Baca Tulis Al-Qur'an
- Club Volley Ball
- Club Foot Ball

Informasi Lebih Lanjut Hubungi:
1. Cecep Janudi, S.Pd (081324312969)
2. Kusnata, S.Ag (085295843456)
3. Sajidin, S.Pd.I (081324517885)
4. Amar Wirahadi (081321314317)
5. Agus Suhendra, A.Md (085224310817)
6. Nana Nurrohman, S.Pd.I (085224598618)

Sabtu, 17 April 2010

UKHUWAH YANG SUDAH RAPUH

Adalah hampir dipastikan bahwa kita sepakat untuk mengatakan bahwa ukhuwah itu penting,, persatuan itu wajib, dan merupakan kebutuhan.
Di sisi lain, diduga bahwa kita sepaham untuk menyatakan bahwa simpul-simpul persatuan dan tali-tali ukhuwah -khususnya dikalangan kaum muslimin- telah mulai rapuh dan terputus-putus. Kita bagaikan sedang menyaksikan bangunan kokoh persatuan sudah tinggal puing-puing yang berserakan. Kita lebih sering mengatakan persatuan dan ukhuwah dengan kata-kata ketimbang menyatakannya dengan sikap. Kita lebih senang menyoroti sikap orang lain yang kurang bersahabat ketimbang membenahi bathin kita dengan persahabatan. Masing-masing kita lebih senang menuding ketimbang membenahi diri untuk keluar dari tudingan kita sendiri.
Saya merasa bahwa penyebab dari semua ini adalah bahwsannya kita sedikit demi sedikit telah meninggalkan konsep Ilahi. Waktu demi waktu kita terus berjalan melangkah dengan tidak berpedoman kepada aturan dari Dzat Yang Maha Tahu. Kebanyakan hal itu dilakukan oleh kita secara tidak sadar, karena kebutuahan untuk melangkah bagi kita semakin kuat, sementara sinar bimbingan Ilahi semakin hari semakin remang-remang, semakin redup dan samar-samar kita lihat. Akhirnya yang dijadikan pertimbangan bagi langkah kita adalah pikiran kita sendiri yang padahal kebanyakannya didasarkan kepada perasaan kita yang timbul dari interes pribadi dan betul-betul dipermainkan oleh ambisi duniawi. Sulit bagi kita betul-betul berpikiran jernih tanpa mengikutsertakan perasaan kita didalammnya.
Hal itu dikarenakan kelemahan kita sebagai manusia, lebih banyak yang tidak kita ketahui dari pada yang kita ketahui. Dan yang paling sulit kita ketahui adalah diri kita sendiri. Celakanya, kita pun tak tahu bahwa kita tidak tahu, sehingga kita merasa kuat dan tahu.
Dalam keadaan seperti ini, kita mesti bertanya kepada Dzat Yang Maha Tahu, Sang Pencipta manusia. Maka dengan kasih sayang-Nya, Dia memberikan penjelasan kepada kita tentang keberadaan jenis mahkluknya yang disebut manusia itu.
Dia berfirman :
وخُلِقَ الإِنْسَانُ ضَعِيْفًا (االنساء : 27)
Artinya : Dan manusia itu diciptakan dalam keadaan lemah .
إنّ الإنسانَ خُلِقَ هَلوعًا، اذا مسَّه الشرُّ جَزُوعًا، واذا مسَّه الخيرُ مَنوعًا ( المعارج: 19)
Artinya : Sesungguhnya manusia itu diciptakan dalam keadaan cengeng. Jika ditimpa kesusahan, ia keluh kesah. Dan jika mendapat kebaikan, dia kikir.
ولكنَّ أَكثرَ الناسِ لايعلمون، يعلمون ظاهرًا مِن الحياة الدنيا (الروم : 7)
Artinya : Tetapi kebanyakan manusia tidaklah mengetahui. Mereka hanya mengetahui yang tampak saja dari kehidupan dunia ini.
وما أُوتيتُم مِن العلم إلاّ قليلاً (الإسراء : 85)
Artinya : Tidaklah kamu diberi pengetahuan kecuali sedikit
عسى أن تكرهوا شيئا وهو خير لكم ، وعسى أن تحبُّوا شيئا وهو شرٌّ لكم. والله يعلم وأنتم لا تعلمون ( البقرة : 216)
Artinya : Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia baik bagimu, dan beleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia buruk bagimu ; Allah Maha Tahu, sedangkan kamu tidak tahu.
Inilah penjelasan dari Sang Pencipta manusia mengenai keberadaan jati diri manusia.
Suatu waktu kita dikuasai oleh keinginan, diwaktu lain keinginan tersebut menentukan vonis bagi kita, sedangkan disisi lain kita merasa kuat dengan kelemahan kita sendiri. Tetapi setiap saat kita selalu dikuntit oleh ketidak tahuan terhadap diri kita sendiri, bahkan ketidak tahuan terhadap kebodohan kita sendiri.
Oleh karena itu, maka didalam melimpahkan wewenang kekhilafahan-Nya kepada manusia, Allah tidak membiarkan manusia mengatur kekhalifahan-Nya tersebut berdasarkan keinginan kelemahan, dan kebodohan yang dimiliki oleh manusia. Melainkan membimbingnya melalui aturan-aturan yang diturunkan-Nya sendiri, yang tidak terkontaminasi oleh keinginan-keinginan, kelemahan-kelemahan dan kebodohan-kebodohan. Allah berfirman :
أيحسب الانسان أن يُترك سُدًى (القيامة : 36)
Artinya : Apakah manusia mengira bahwa ia akan dibiarkan begitu saja tanpa bimbingan ?
ولواتَّبع الحقُّ أَهواءهم لفسدتْ السمواتُ والارضُ ومَن فيهِنَّ. (المؤمنون : 71)
Artinya : Seandainya kebenaran mengikuti keinginan mereka, niscaya langit bumi dan seisinya akan berantakan
إِن بتَّبعون الاَّ الظنَّ وما تـهوَى الأَنفسُ، ولقد جاء من ربـِّهم الهُدى  النجم : 23 
Artinya “Mereka hanyalah mengikuti dugaan dan keinginan nafsu semata. Padahal telah datang bimbingan dari Tuhan mereka”.

Rabu, 10 Februari 2010

BELAJAR MENDENGARKAN

Banyak orang yang pinter berorasi, ceramah, pidato, mempresentasikan hasil karyanya. Tentunya hal itu tidak terlepas dari usaha untuk bisa menjadi seperti itu, baik dengan berlatih, mengikuti kursus-kursus dan lain sebagainya. Namun ketika mereka yang pandai berpidato, ceramah, orasi disuruh untuk menjadi pendengar, apakah mereka akan sehebat ketika menjadi pembicara? Banyak yang sukses menjadi pembicara, tapi tidak sukses menjadi pendengar.
Berikut ini Tips dan trik untuk menjadi pendengar yang baik dan benar:
1. Berhenti berbicara. Anda tidak bisa mendengar kalau anda berbicara.
2. Biarkan si pembicara berbicara dengan enak. Bantu agar ia merasa bebas berbicara.
3. Tunjukan kepada si pembicara bahwa anda ingin mendengarkan.
4. Berempati terhadap si pembicara.
5. Bersabarlah! jangan memotong pembicaraan!
6. Kuasai emosi!
7. Tenanglah berargumentasi dan menerima kritik.
8. Ajukan pertanyaan untuk menunjukan bahwa anda mengikuti dan mendengarkan.

Selasa, 19 Januari 2010

DAFTAR NAMA GURU DAN KARYAWAN

1. CECEP JANUDI, S.Pd.
2. DASAN MUH. SIDIK, S.Ag.
3. KARYANTO
4. Ust. MISBAHUDIN
5. KUSNATA, S.Ag.
6. SRI WARSINI, S.Pd.
7. N. JUMIRAH, S.Ag.
8. Drs. SUMARDJONO M.H.
9. MIDO SUSILO, S.Pd.
10. SAJIDIN, S.Pd.I.
11. BEKTI ISNAENI, S.Pt.
12. LIA HERYANI, S.Pd.
13. AGUS SUHENDRA, A.Md.
14. DEDEH WIDIANINGSIH, S.Pd.
15. MININ, S.Pd.
16. Ust. HAYADI, A.Ma.
17. DULWAHID, S.Pd.I.
18. M. DHONI YUSUF
19. EKA RAHMAWATI, A.Ma.
20. INDRA SUMARNA, A.Ma
21. Ust. HARIRI
22. EDI ROSIDI, S.Pd.
23. SRI YULIA DEWI, S.Pd
24. NANA NURROHMAN, S.Pd.I
25. AMAR, A.Ma
26. WARSITI, A.Ma

JATI DIRI

Madrasah Tsanawiyah sebagai lembaga pendidikan agama Islam dan bersifat formal merupakan bagian integral dari sistem pendidikan nasional. Madrasah Tsanawiyah mempunyai kedudukan sebagai jenis pendidikan umum berciri khas agama Islam. Dengan kedudukan seperti itu, maka Madrasah Tsanawiyah mempunyai fungsi ganda, yaitu sebagai lembaga yang menyelenggarakan pendidikan umum dan lembaga pendidikan yang berciri khas agama Islam Atas dasar pemikiran tersebut, maka arah pembinaan Madrasah Tsanawiyah mengacu pada upaya pemantapan posisi Madrasah untuk melahirkan insan yang seimbang antara kepentingan dunia dan akherat, yaitu menampilkan peserta didik yang mengerti dan memahami dirinya sebagai warga negara yang baik serta sekaligus sebagai seorang muslim yang taat.

Jumat, 15 Januari 2010

Pendidikan Akhlaq

Terkadang ada anggapan bahwa akhlaq anak didik adalah tanggunjawab dari Guru agamanya. Tentunya hal ini adalah anggapan yang salah. Setiap guru, mempunyai tanggunjawab atas akhlaq murid-muridnya. MEskipun ia misalnya mengajar matematika, Bahasa, dll. Seandainya Guru setiap mata pelajaran mengaitkan pelajarannya dengan akhlaq, maka setidaknya tiap kesempatan murid diberikan pelajaran akhlaq. Jangan pisahkan antara mendidik dan mengajar.